“Kejutan Tuhan” -Catatan Peserta Siswa Mengenal Nusantara 2018.

Program Siswa Mengenal Nusantara merupakan anugerah yang Tuhan berikan agar para siswa berprestasi yang ada di Indonesia dapat lebih mengenal Nusantara melalui program pertukaran pelajar antar Provinsi. Sungguh menjadi kejutan yang tidak dapat terlupakan ketika terpilih sebagai salah satu peserta Program SMN yang diberangkatkan dari Provinsi Jawa Barat ke Provinsi Sulawesi Tenggara.

          Pada awalnya, perbedaan budaya yang ada dibenak saya berasumsi untuk membuat ekspektasi bahwa 10 hari yang dilalui akan terasa sangat sulit. Tidak dapat dipungkiri bahwasanya para peserta SMN sedang berada di tempat yang beribu-ribu kilometer jauhnya dari kampung halaman. Sedikit banyaknya perbedaan memang sudah wajar. Bahkan perbedaan bahasa dan budaya menjadikan kami sedikit canggung pada mulanya. Kekurangan memang selalu ada dalam program apapun. Tapi dengan satu hal menarik yang saya ketahui bahwa keramahan dan sambutan hangat memang menjadi budaya Indonesia dimanapun kita berada. sehingga apapun yang terjadi, kami selaku peserta Program SMN dapat melaluinya dengan kebahagiaan dan kebersamaan.

          Pernyataan seorang motivator hebat yang menyatakan bahwa setiap kita berjalan 100 kilometer di Indonesia, maka kita akan menemui budaya dan bahasa yang baru. Hal tersebut benar-benar saya jumpai ketika bertandang ke Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Program Siswa Mengenal Nusantara. Ini dapat dilihat ketika masyarakat dari beberapa kampung yang ada di Kabupaten Konawe Utara khususnya daerah sekitar Kecamatan Molawe berkumpul untuk memeriahkan acara “ Peringatan Hari Besar Nasional 17 Agustus” di lapangan Molawe. Berbagai macam suku berkumpul seperti Bugis, Tolaki, Jawa, Melayu dan lain-lain. Ya, tentu saja setiap suku memiliki bahasa yang sangat berbeda-beda. Namun, disinilah peran bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia yang digunakan dalam menjalin komunikasi yang baik antar suku. Bahkan, seorang siswi SMP Negeri 1 Molawe mengatakan bahwa dengan Bahasa Indonesialah semua perbedaan antar suku dapat dikesampingkan.

          Sejumlah kuliner khas yang unik dan belum pernah dijumpai sebelumnya serta potensi wisata yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara seperti Bokori Island, Kampong Bakau, Masjid Terapung Al-ALAM Kendari, Kendari Beach, Konawe Utara Beach, Tepei Beach, bahkan Dispusipda Provinsi Sulawesi Tenggara  telah disambangi oleh kami selaku peserta Program SMN 2018. Kami juga berkunjung ke Sekolah Menengah Favorit yang ada di Kendari seperti SMA Negeri 4 Kendari dan SMK Negeri 1 Kendari. Bahkan yang tak kalah menarik adalah sambutan berupa tarian khas yang dibawakan langsung oleh para siswa di sekolah tersebut. Satu hal yang tidak dapat saya lupakan adalah ketika para peserta SMN Jabar diizinkan untuk bercengkrama dan bertukar pikiran secara langsung dengan pengurus OSIS.

          Keadaan yang benar-benar disajikan oleh Kendari dan Konawe Utara serta Konawe Selatan telah menggugah hati saya bahwa kesederhanaan yang ada bukanlah penghalang aktivitas kehidupan, melainkan sebagai motivasi bagi masyarakat khususnya kaum pelajar selaku ujung tombak penerus perjuangan bangsa Indonesia untuk memajukan daerah tersebut.

          Program Siswa Mengenal Nusantara 2018 telah mengajarkan sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga bahwa ternyata setelah beribu-ribu kilometer jauhnya dari pusat Negara, Provinsi Sulawesi Tenggara yang kaya akan sumber daya alam yang tak ternilai harganya merupakan bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan masyarakat yang sangat bertoleransi terhadap perbedaan dalam setiap elemen kehidupan dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Indonesia yang saat ini banyak terlupakan oleh masyarakat Indonesia itu sendiri.

Sungguh merupakan sebuah kesempatan sekaligus kejutan tuhan yang sangat berharga ketika terpilih sebagai salah satu peserta Program Siswa Mengenal Nusantara Jawa Barat tahun 2018 yang diberangkatkan ke Provinsi Sulawesi Tenggara. Semua momen yang telah dilalui bersama peserta SMN Jabar 2018 di Provinsi Sulawesi Tenggara selama 10 hari merupakan momen yang tidak dapat digambarkan oleh kata-kata. Ketika 30 peserta yang belum pernah saling mengenal sebelumnya diberangkatkan bersama ke suatu tempat yang sangat jauh dari kampung halaman dan belum pernah dikunjungi sebelumnya adalah hal yang paling berkesan dalam program ini. Walaupun demikian, berkumpul dengan teman sekampung seperjuangan dan menyambangi tempat baru bersama-sama menjadikan kegiatan yang dilalui terasa menyenangkan. Banyak pelajaran dan pengalaman hidup serta hikmah yang dapat dipetik dari program ini. Bertemu dengan masyarakat yang cenderung memiliki karakter, budaya, dan makanan khas serta adat istiadat yang berbeda telah menambah wawasan kami mengenai nusantara dan membuka pikiran agar dapat berusaha memiliki sikap nasionalisme dan toleransi terhadap keberagaman di Nusantara Indonesia.

          Saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada BUMN khususnya PT.Jasindo, PT.Biofarma, PT.PJT2, PT.Dahana, PT.Bahana, PT.Pindad, PT.Inti, PT.DI, PT.Antam serta PT.INALUM yang telah berkontribusi atas kelangsungan Program Siswa Mengenal Nusantara Jawa Barat tahun 2018. Tetaplah Hadir Untuk Negeri. Jayalah BUMN Indonesia!

        Sekali lagi, Terima Kasih BUMN. Jayalah selalu!

Respond For " “Kejutan Tuhan” -Catatan Peserta Siswa Mengenal Nusantara 2018. "