Momentum Sumpah Pemuda , Siswa SMA Plus Raih Piala Gubernur Pasanggiri “Nulis Aksara Sunda “

Bandung (28/10) Sefry Labbib Offany, Siswa asal kabupaten Sukabumi berhasil meraih Piala Gubernur  sehari menjelang Peringatan Hari Sumpah Pemuda. Prestasi tersebut diperoleh setelah Sefry resmi diumumkan sebagai Juara pertama nominasi lomba Nulis Aksara Sunda pada kegiatan Budaya Festival   digelar oleh Lingkung Seni Budaya Sunda (LSBS) Universitas Islam Bandung .  Budafest (Festival Budaya ) digelar dalam rangka meningkatkan minat terhadap Kebudayaan dan Kesenian Sunda dengan menggelar beberapa Pasanggiri Tingkat SMA/Sederajat Se-Jawa Barat. Ada tiga pasanggiri yang diperlombakan dalam acara ini , yaitu Pasanggiri Aksara Sunda, Ngadongeng Sunda dan Tari Kreasi Tradisional. Berbagai elemen ikut andil memeriahkan acara yang diadakan di Aula Utama Unisba Jl. Tamansari No. 1 Bandung pada tanggal 26-27 Oktober tersebut , termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat . Para Panitia dan peserta berlomba mengisi momentum sumpah pemuda dengan melestarikan budaya daerah . Selain  itu , kegiatan inipun merupakan wujud internalisasi kepada generasi muda agar memiliki karakter agamis , nasionalis dan juga berbudaya.

Baca Juga :Jawa Barat Juara Umum, Ibu Ketua Asrama Apresiasi Siswa Peraih Tiga Medali Emas FIKSI 2018

Kesempatan Hari Sumpah Pemuda sangat baik sekali jika gunakan untuk menggali kembali kiprah dan semangat para tokoh bangsa dalam berkontribusi untuk negeri tercinta ini. Salah satunya mengingat kembali kiprah dibalik Pendirian Asrama Provinsi Jawa Barat kita ini.  Asrama Bina Siswa SMA Plus didirikan tahun 1995 oleh Gubernur Jawa Barat ,Bapak H.R. Nuriana. Pada saat menghadiri Milad Bina Siswa yang ke-20 beliau pernah menyampaikan bahwa penting mengetahui motivasi dan latar belakang Provinsi mendirikan Asrama ini . Dengan mengetahui jati diri kita sebenarnya  maka itu akan menjadi bekal kelak para siswa untuk berkiprah.

Baca Juga : Angkatan XXIV Bina Siswa Raih Prestasi Pertama lewat Lomba Pasanggiri Biantara Tingkat Bandung Barat

Bapak Nuriana menceritakan bahwa beliau merasakan sudah banyak SMA di Daerah Tingkat II atau Kecamatan saat itu . Namun yang menjadi  masalah mereka tidak bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi  dan saat mereka memilih bekerja diterima sebagai tenaga kasar sama dengan lulusan SMP. Beliau menerangkan dulu Sekolah SMK/ STM sangat terbatas ,Kami berpikir bagaimana membuat SMA yang berbeda dengan SMA biasa. Ada dua Usulan saat itu antara SMA Unggulan atau SMA Plus. SMA Unggulan sudah banyak dengan orientasi akademik dan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta orang-orang berpunya yang masuk, maka akhirnya dipilihlah bentuk SMA Plus. Disekolahkan di SMA Negeri namun ada plusnya, ada ketentuan agar  para siswa memiliki mental, intelek dan fisik yang prima maka harus diasramakan. Bapak Nuriana menyampaikan ,dulu untuk sampai kesana sekaligus tidak cukup. Bahkan dengan gaji kami tidak cukup menutupi itu maka kami mencicil bangunan sedikit demi sedikit . Tetapi tetap titik tekannya hasrus diasramakan agar kriteria harus tercapai  Akhlakul karimah, disiplin, semangat yang kuat serta Optimis mau bekerjasama.

            Ketua Pelaksana Harian Asrama Bina Siswa , Ibu Dra.Hj.Molly Mulyahati,M.Sc. mengutarakan gagasan agar Bina Siswa berkontribusi melestarikan budaya daerah dengan membangun Pusat Budaya Daerah di Bina Siswa. Hal tersebut beliau sampaikan selepas menghadiri Milangkala Daya Mahasiswa Sunda ke-62 yang dihadiri oleh Bapak H.Mochamad Ridwan Kamil,S.T.,M.U.D. . Hal senanda pun diamini pelatih kesenian Bapak Ade Suparman,S.Sn, lulusan ISI Surakarta ini menyampaikan bahwa Asrama sangat potensial . Konsep Kelas Summer Art Camp untuk para wisatawan asing pun sangat memungkinkan melihat banyak daerah wisata disekitar Cisarua atau Bandung Secara umum , hal ini hampir serupa dengan konsep desa wisata yang dikelola beliau di Bali. Asrama Bina Siswa secara Sumber Daya Manusia sudah memiliki para Alumni yang berkiprah dalam bidang Seni bahkan sudah menyelesaikan Pendidikan magisternya dan Siap bergotong royong untuk mewujudkan gagasan besar ini. Tentunya hal ini perlu disambut dukungan dari Pemerintah melalui Dinas Pendidikan maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk merealisaikannya. Seperti diketahui kondisi saat ini keadaan Sarana prasarana Asrama umumnya maupun Kesenian khususnya sudah tidak memadai dikarnakan minimnya alokasi dana .

Baca Juga : “Kejutan Tuhan” -Catatan Peserta Siswa Mengenal Nusantara 2018.

Semoga Sumpah Pemuda menjadi momentum seluruh komponen Anak Bangsa bersatu membangun Indonesia yang Agamis , Nasionalis dan Berbudaya.

Respond For " Momentum Sumpah Pemuda , Siswa SMA Plus Raih Piala Gubernur Pasanggiri “Nulis Aksara Sunda “ "